Dikutip dari Blog Rahmatan Lil-Alamin
Ada lagu lama yang berjudul PAPER ROSES (Mawar Kertas), dinyanyikan Marie Osmond, yang salah satu baitnya berbunyi, "Oh how real those roses seem to be, but they're only imitation, like you imitation love for me,, You seemed so full of sweetness at the start. but like a big red rose that's made of paper, there isn't any sweetness in your heart". (Oh, betapa nyata indahnya mawar itu tampaknya, tapi itu hanyalah imitasi, seperti kamu mencintaiku dengan cinta imitasi ..... Kau tampak sangat manis pada awalnya. tapi seperti "mawar merah besar" yang terbuat dari kertas, tidak ada manisnya dalam hatimu).
Kita tentu tidak ingin seperti "mawar kertas", yang hanya mengandalkan keindahan luarnya, tapi di dalamnya gersang. Demikian juga cinta kita kepada Allah, tidak harus ditampakkan dengan sekedar penampilan belaka, ataupun lebih mementingkan simbol-simbol, atribut, acara-acara gebyar, karena, itu semua adalah asesoris keagamaan (tampilan luar), tapi seyogyanya dengan "kesungguhan hati".
Imam Syafii pernah mengatakan "agama itu soal hati bukan soal penampilan". Satu hadits Qudsi juga menyatakan, FA INNII LA ANZHURU ILAA SHUWARIKUM WA LAA ILAA MAHASINIKUM WA LAAKIN ANZHURU ILAA MAA FII QULUUBIKUM FA ARDHAA 'ANKUM BI HAADZIHIL KHISHAAL (Sesungguhnya AKU tidaklah memandang kepada tampang rupa dan keindahan kalian, tetapi apa yang ada di hati kalian. Sedangkan Aku meridhoi dengan sifat itu (yang muncul dari hati) pada diri kalian) .
Ya, betapapun juga, alangkah bijaknya, jika apa yang kita lakukan untuk Allah itu, "indah dalamnya, namun indah pula luarnya".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar