Dikutip dari page facebook Rahmatan Lil-Aalamiin.
Ada ungkapan Latin yang berbunyi, "FORTEM QUIS LIBERO HAEREDITARIO CREABIT SOCIALI HABITU (Lingkungan budaya yang kuat dan kokoh akan membentuk kebiasaan-kebiasaan kolektif secara turun-temurun).
Pernyataan ini bisa dibenarkan, karena salah satu kunci eksistensi peradaban adalah pemeliharaan nilai-nilai (PROVIDENSIA) yang tahan goncangan secara turun-temurun antar generasi.
Hari ini, ketika saya mengajar di Program Pasca Sarjana (Postgraduate), di luar materi perkuliahan yang saya ajarkan, ada suatu kebiasaan para mahasiswa yang menyentuh hati saya :
- Walaupun ini kelas pasca sarjana, kebiasaan mengawali kuliah dengan doa dan kemudian mengakhiri jam perkuliahan dengan doa terasa sudah berakar kuat bagi pelajar/mahasiswa Bangladesh. Saya jarang melihat kebiasaan ini di Indonesia.
- Walau sepintas saya melihatnya, tapi mayoritas mahasiswa selalu mengawali catatan kuliahnya dengan tulisan arab; BISMILLAHIR ROHMAANIR RAHIIM di pojok kanan atas lembaran buku. (Inipun sudah mulai luntur dalam kebiasaan pelajar/mahasiswa indonesia).
- Tatakrama dan sopan-santun mahasiswa baik kepada dosen maupun kepada sesama memperlihatkan cermin budaya yang begitu luhur dan agung dipelihara di negeri ini.
Saya berpikir, nilai-nilai islami ini, tentu tidak akan kokoh berdiri jika tidak didukung oleh institusi (lembaga keagamaan), ketokohan dan kehidupan keluarga yang berkarakter kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar